Postie Trilogy-Early Development and Specs of Honda CT Series

Postie….impresi pertama yang kegambar di kepala kita soal kata ini ga jauh dari bidang pengeposan. Memang kosa kata ini cukup melekat erat di kepala orang Aussie karena punya sejarah panjang. Seri CT yang mau saya bahas ini juga ada kok hubungannya sama kultur postie ini, tapi sebelumnya kita bahas sama-sama sejarah pengembangannya ya………

Pendahulu Honda CT series bernama Honda Super Cub 50, dibikin pertama kali taun 1961. Sekilas nih motor nggak beda sama Honda C100 (iya bener, kodenya C100, tapi kagak 100 cc kayak Astrea Grand), tapi ada satu hal yang bikin heran selain bodinya yang trondol itu.

Kalo diliat bener-bener, ada sproket gede yang nongol di belakang sproket regularnya. Fungsinya adalah menciptakan dual range gearing yang bikin nih motor punya abilitas menanjak dan melibas medan non jalan. Singkatnya, bikin percepatan motor ini kalo kasarnya diitung jadi 6 speed (ngikutin cara penghitungan percepatan sepeda kayuh, aslinya Super Cub 50 kan masih 3 speed).

dari sisi ini pasti keliatan sproket esktranya
beginilah kalo diliat lebih deket

Dan uniknya lagi, yang bikin terobosan ini bukan ATPM Honda, tapi kebetulan sebuah dealer kecil di Amerika barat yang wilayah jajahannya adalah daerah perbukitan. ATPM (American Honda) yang penasaran sama angka penjualan Super Cub 50 di daerah itu akhirnya tahu bahwa sproket ekstra itulah yang bikin motor tersebut laku.

American Honda tentu ngga menyiakan inovasi kreatif dari sang dealer, dan segera bikin versi resmi dari motor tersebut di taun 1962, dikasih nama Honda Trail 50 (kode C100T). Nggak banyak perubahan dari versi awalnya, cuma dikasih ban dengan rantai salju dan ban yang agak knobby.

perhatiin rantai salju yang ada di roda belakang
ban tahu di pelek kecil? KEREN

Layaknya motor buat spesialisasi fungsional, dari waktu ke waktu ga ada ubahan yang banyak dari segi tampilan dan teknologi. Perubahan agak besar ada di taun 1964, dimana mesin pushrodnya dibesarkan kapasitasnya jadi 90 cc, nambah percepatan jadi 4 speed, dan bikin namanya berubah jadi CT200. Dari segi tampilan bisa dibilang berubah banget (bisa diliat sendiri di gambar-gambar dibawah ini).

‘Honda 90’
knalpot ala scrambler dan setang yang pas buat diajak berkelit, lezat

Nah, sekarang kita bakal bahas sama-sama varian dari CT series yang paling dikenal. Namanya CT110, yang udah ketauan speknya dari kode tersebut. Motor ini punya figur yang lumayan asik, kapasitas 105 cc OHC percepatan 4 speed. Kayaknya mesin ini pun punya karakter yang mirip-mirip Honda C series di Indonesia, kuat di tarikan bawah dan efisien.

pelindung teleskopiknya klasik banget
sen kotaknya ngingetin sama Honda C70 Passport

Oh iya, ngomong-ngomong soal fitur dual range gearing, di CT110, sistemnya udah ga kayak Super Cub 50 lagi. Sproket ‘mega’ di belakang sproket regular dah raib dan digantiin sama penambahan dual range sub transmission yang letak gir ekstranya ada di dalem bak kopling.

udah keliatan bak kopling obesitasnya?
ini dia lebih jelasnya

Itulah kenapa bak kopling CT110 menggelembung ga kayak mesin C series biasa Honda. Unik memang dan memang unik. Saya juga jadi pengen punya satu. Okay, buat tulisan ini cukup sampe disini, nanti penulis bakal sambung dengan asal muasalnya kultur postie di Australia😉

———————–

Special Thanks for :

Ko Buddy aka Mullen, atas ide briliannya ngusulin nih CT dan kulturnya
Dhey, yang ngasih ide soal bentuk tulisan
Reyhan, tks buat supportnya brah:mrgreen:

en.wikipedia.org
ct90-ct110.com
abc.net.au
flickriver.com/photos/benadamx

 

28 pemikiran pada “Postie Trilogy-Early Development and Specs of Honda CT Series

  1. sekedar info bro😀
    CT90 konon ada yang nyasar ke Irian Jaya-nya Indonesia
    built up langsung dari Australia:mrgreen:

    dulu pernah bahas CT90 di blog lama
    tapi baru tahu kalau Honda CT asal muasalnya dari Amrik
    menurut saya, ini bukan bebek super ala Honda Nova (sepupu jauh)
    ini bebek offroad:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s