Stan Stephens-A Godfather of Two Stroke Tuning

Well…..balik lagi bersama blog amatir bin pas-pasan ini. Kalo kemarin kita udah membahas soal Yamaha RD350, sekarang, atas saran teman baik sekaligus mentor penulis, kita akan membahas profil spesialis pembuat kencang Yamaha RD series (terutama versi RD350LC dan RD350LC2 YPVS),dan motor-motor 2 tak lainnya secara umum.

“Suhu” tuner mesin 2 langkah yang bertampang sangar (biarpun telah berumur) ini bernama Stan Stephens, seorang mekanik ternama yang berasal dari Inggris. Pada masa jaya motor-motor 2 tak dahulu, Stan Stephens berada di balik tim-tim balap Inggris yang meraih berbagai kemenangan.

Stan Stephens memulai karirnya sebagai mekanik pada umur yang sangat muda, 18 tahun, di sebuah motorbike shop bernama Tun Motorcycle. Ia tidak menjalani masa magang terlebih dahulu karena mengaku sebagai mekanik ahli, namun pada akhirnya sang mandor di bengkel mengetahui bahwa sesungguhnya ia belum pernah bekerja di bengkel. Akhirnya sang mandor memberinya tantangan untuk merakit komponen-komponen mesin secara utuh (dari sebuah kotak yang berisi berbagai komponen yang acak), dan ia mampu menyelesaikannya dalam waktu 2 minggu, dimana mekanik-mekanik senior lain tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan hal tersebut.

Tahun 70an, Stephens mulai merambah tuning mesin 2 tak, yang sedang populer saat itu, padahal ia tidak memiliki dasar yang kuat mengenai mesin 2 tak. Istrinya menanyakan hal tersebut, dan Stephens hanya bisa menjawab,“yes, but nor does anyone else!” 

Pada saat itu, memang tuner mesin 2 tak di Inggris terbilang jarang, dan sedikit sekali mekanik yang menguasai ilmu tuning 2 tak. Stephens mengambil kesempatan itu, dan yang dapat penulis lihat di sini, daya belajar dan daya juangnya sangat tinggi. Stan Stephens adalah seorang yang obsesif, konsisten, dan selalu menginginkan posisi pertama. Terutama dengan mesin-mesin 2 tak yang ia tangani dan terjun ke arena balap.

“I spent weeks testing two stroke motors on dynos before anyone else really thought about doing it, getting everything spot on. I did two weeks solid once testing reed valves. Different thicknesses, tapers, using backing plates, you name it, but our bikes were quick and it got us the work.”

Mengenai passion Stan Stephens terhadap RD350, sebenarnya bermula pada awal masuknya beliau pada dunia tuning 2 tak, yaitu saat RD350 versi awal (berpendingin udara, bertenaga 35 hp) mulai dipasarkan. Dan saat RD350LC2 (pendingin air, bertenaga 53 hp, YPVS) muncul, Stephens benar-benar seperti menemukan sebuah potensi yang sudah baik dan bisa dikembangkan lebih baik lagi. Terbukti dengan berbagai 350 YPVS yang ia tangani dan berhasil memenangkan banyak kejuaraan :

” Most chose exotic race engines but I chose the YPVS 350! The YPVS has always been a favourite of mine and an engine which I have had an enormous amount of success with in many different guises. We have raced them in Proddy racing, Formula 2, Drag racing, Formula 2 sidecars, Hill-climb bikes, Jedi hill-climb cars, Formula 1 hovercraft and Quads. In those varying classes we have won British Championships and European Championships and set World Speed records at Bonneville Salt flats. For the road we built the famous “Yammagammas” in the 1980s and recently we have built the “Yammarillas” using the Aprilia RS250 rolling chassis.”

Kondisi mesin RD350LC sebelum ditangani Stephens.......
.....dan ini sesudahnya, dari sini saja kita dapat mengetahui bahwa kemampuan Stephens tidak main-main.....

Mengenai motor-motor Jepang 2 tak lain, Stephens juga salah satu mekanik yang paling awal menanganinya. Sehingga pengalaman dan keahliannya tidak perlu diragukan lagi. Selain RD350LC, RD350LC2 YPVS, ia pun menangani Kawasaki 750 H2, Suzuki GT750, serta RD350 klasik.

“It occured to me that I have probably been working on Japanese two stroke engines longer than anyone else in the trade.”

Kawasaki 750 H2, neat isn't it?
Another masterpiece....a Suzuki GT750 engine. Just like a brand new.
A nice classic Yamaha RD350 engine.......

Meskipun jaman telah berubah, kecintaan Stan Stephens terhadap mesin 2 tak tidaklah hilang, ia tetap konsisten menjalani pekerjaannya meskipun usianya sudah bisa dikatakan senja. Dibalik semua keberhasilannya, tuning Stan Stephens bukanlah sesuatu yang ajaib, karena semua itu berdasarkan dedikasi, kerja keras, inovasi, serta kemauan untuk selalu mengembangkan diri. Dan kekonsistenannya terhadap mesin 2 tak menyebabkan ia tak berkonsentrasi dengan motor 4 tak. Saya hanya bisa mengatakan :

“His passion wasn’t there, not with a four stroke engine. even though he start everything with a classic four stroke like Triumph.” 

dan ada lagi pernyataan Stan Stephens mengenai mesin 4 tak yang mungkin sedikit “pedas”:mrgreen:

“You have to know what you are doing with a two stroke, you don’t with a four stroke. With a two stroke you are doing it yourself, with a four stroke you buy the pistons, buy the cam shafts and just take it apart and put it back together. There is less skill, it’s just fitting.”

“I once spent week trying to tune a CBX1000 and I couldn’t get 10 per cent more power. Give me a two stroke and in three hours I can get you 50 per cent increase in power.”

Sumber gambar dan tulisan :

http://www.fastbikesmag.com

Fast Bikes , Edisi Agustus 2010

http://www.stanstephens.com

14 pemikiran pada “Stan Stephens-A Godfather of Two Stroke Tuning

  1. wah mekanik ini juga speed lover atau mantan pembalap kelihatannya
    menurut saya kelihatan dari cara ngomongnya, “I once spent week trying to tune a CBX1000 and I couldn’t get 10 per cent more power. Give me a two stroke and in three hours I can get you 50 per cent increase in power.”
    bener ga vincent😀 ?

    1. hemm….kata2 dia itu sebenernya mencerminkan betapa mudahnya meningkatkan power mesin 2 tak dibanding 4 tak……

      tapi jelaslah kalo dia itu speed lover, soal karirnya di dunia balap sih saya kurang tau:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s